Minggu ke-Lima

Syukur alhamdulillah pernikahan kami menuju usia 53 hari. saat ini masing-masing dari kami sedang menikmati status baru sebagai suami dan juga istri, yang masih LDR tentunya. saya yang belum bisa hijrah ke kota kecintaan kami yang kedua, Bandung. masih ada adik bungsu yang sedang berjuang menuju Ujian Nasional SMU tengah April mendatang. jadilah saya masih tinggal di Jogja menemaninya.

53hari kami menjadi suami istri, seneng.. ribut-ribut ya biasa, udah kerap kejadian dari jaman pacaran. Ya, kami masih seperti sepasang kekasih dulu. belum menemukan bedanya benar-benar. Rencananya saya akan mulai stay di Bandung akhir April mendatang. selain adik saya yang sudah selesai menempuh ujian, juga rumah kami yang Inshaallah siap dihuni. sejau ini rencana kami hanya itu, itu dulu 🙂

Selama 53 hari usia pernikahan, kami masih termasuk golongan kaum pengantin baru..halah ! Karena dalam 53hari tersebut kita cuma 3kali bertemu, artinya 2-3 minggu sekali. lebih mending sih daripada waktu pacaran, bisa 1-2 bulan sekali 😦

Saya sabar menanti hari perpindahan saya tiba, di sela hari saat menanti.. saya dikejutkan dengan tiap dering telephon dari mama yang menanyakan bakal calon cucu dari saya dan suami. Saya ga mungkin menjawab kami menunda dulu, karna memang kami tidak menunda memiliki momongan. tapi saya pengen ngejelasin kalo “Mah, dewi pengen pindah dulu ke Bandung..serumah sm aa’ trus tenang hamilnya bla3” juga ga tega, jadi saya menjawab dengan minta didoakan saja, yang memang saya juga mengharap tentunya. Suatu pagi saya iseng saja tes urine dengan alat uji kehamilan yang saya beli hari sebelumnya. 2minggu ini saya memang terlambat haid, tapi sebelum menikah pun saya sering mengalami haid tidak teratur karena faktor stres T.T

Walla! ternyata garis merah jambu muncul dan ada dua. saya senang sekaligus kaget bukan kepalang, pasalnya ini seperti terlalu cepat..atau ya memang saya belum membayangkan kehamilan di saat-saat saya belum satu atap dengan suami. Baiklah, saya mulai menenangkan diri. kemudian membangunkan ayah saya yang masih tidur dan membuatnya juga sama terkejutnya dan diakhiri dengan kalimat syukur bersama. Malam harinya setelah jam kerja saya bergegas mengunjungi dokter di Jl.Kaliurang yang kebetulan tak jauh dr kantor saya, dan ini hasilnya..

Image

antara percaya dan tidak, saya mengamini adanya janin yang baru setitik darah didalam rahim saya. Menurut Bu Dokter usianya baru sekitar 4minggu atau 28hari. panjangnya bahkan belum ada 1 cm. Oke, saya berani memberikan kabar gumbira ini untuk…..MAMA !

Tanggapan suami:

“Sayaaaaaaang… shit! aku berkaca-kaca!”

Tanggapan sahabat:

“Wuaaaah ya ampun cepet banget! tolong ya Juk jangan jumpalitan lagi jangan bla3..bla3”

Tanggapan mama:

“Alhamdulillah, mama bilang juga apa.. ngeyel sih pada”

Entahlah, semua orang seperti datang bersama doa, merestui dan ikut serta bergembira. kini saya menjalani hari tanpa rencana, maksutnya.. belum juga berjalan rencana kami yang pertama: pindah ke Bandung, saya sudah diberi kepercayaan duluan dengan dedek bayi ini, action selanjutnya ya saya dan suami mengikuti. Tapi syukur rumah kami makin siap dihuni, jadi sepertinya rencana masih pada jalannya, bonus 1 orang lagi yang ikut tinggal disana :))

Hari berlalu tepat seminggu ini pasca saya periksa ke Dokter, dalam kurun waktu tersebut sudah banyak perasaan saya alami sebagai ibu hamil pemula. mual mutah setiap pagi, ga ada angin dan hujan tiba-tiba saya menangis, atau marah-marah tanpa sebab. yang paling dirasakan adalah susahnya makan senikmat dulu, rasanya semua makanan sama rasanya dg air putih di lidah saya, tawar. meski begitu, saya paksakan untuk terus mau makan dan minum susu serta tambahan vitamin dari Dokter, masa kalah sama mual? Tenang dek, Ibu akan memperjuangkanmu! hehe..hee..

Yap! jadi kesimpulannya: dalam 53hari usia pernikahan kami, 28hari nya kami ngga sadar sudah bertiga. saat ini usia dedek sudah jalan minggu ke-Lima. artinya masih banyak sekali minggu yang akan kita lalui bertiga Inshaallah.

Semoga dedek senantiasa diberi keselamatan oleh Allah SWT, diberi tumbuh sehat tanpa kurang satu apapun, diberi kekuatan sampai hari lahirnya ke dunia datang. semoga dedek selalu membantu Ibu memberikan nutrisi dan perawatan terbaik dari sini, membantu menenangkan Bapak yang masih jauh disana, semoga dedek selalu jadi penyemangat dan penenang hati Bapak dan Ibu. Amiin

Sekian cerita dari Ibu, eh dari saya.. maklum kesenengan :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s